WBP Nasrani Lapas Ampana Ikuti Bimbingan Kerohanian

Berita59 Dilihat

TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana mengikuti kegiatan bimbingan kerohanian melalui pelaksanaan Ibadah Rabu.

Ibadah ini digelar di Gereja Oikumene Lapas Ampana pada hari Rabu (13/8/2025) pukul 09.00 WITA, dipimpin oleh Ibu Margaretha Hokey, S.Kom, dari Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una. 

Dalam ibadah tersebut, dibacakan firman Tuhan dari Kejadian 6:8–21 dengan tema khotbah “Nuh Mendapat Kasih Karunia Tuhan”. Melalui khotbah ini, disampaikan pesan mengenai pentingnya hidup benar dan berkenan di hadapan Tuhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nuh, yang mendapat kasih karunia di tengah zaman yang rusak.

Baca Juga:  Semangat Baru, Langkah Baru: Kalapas Luther Toding Patandung Pimpin Apel Pagi Perdana Lapas Ampana

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, SH, MH menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas partisipasi aktif Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una yang secara rutin melayani kebutuhan rohani WBP Nasrani.

Baca Juga:  Lapas Ampana Gelar Apel Penandatanganan Pakta Integritas dan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Tahun 2025

“Kegiatan pembinaan kerohanian seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian Warga Binaan. Melalui pendekatan spiritual, kami berharap para WBP dapat mengalami perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik selama menjalani masa pidana,” ujar Kalapas.

Baca Juga:  Galakkan Ketahanan Pangan, Polres Tojo Una Una Melalui Penanaman Jagung Serentak di Lahan Perhutanan Sosial

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh WBP Nasrani di Lapas Ampana. Selama pelaksanaannya, kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat hingga selesai, menunjukkan antusiasme dan kesungguhan para peserta dalam mengikuti ibadah.

Pembinaan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Ampana dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *