Warga Binaan Perempuan Lapas Ampana Belajar Mengaji

Berita108 Dilihat

TOUNA – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Sulteng, melaksanakan kegiatan belajar mengaji. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan kepribadian yang dilaksanakan di Lapas Ampana, Selasa (21/5/2024).

Kegiatan belajar mengaji ini dilaksanakan di Blok Wanita warga binaan Lapas Ampana dan dipandu oleh Ustadzah Hj. Nikma.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar warga binaan yang belum bisa membaca Alquran dapat belajar membaca Alquran dengan benar sesuai dengan tajwid yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Kapolsek Ampana Tete Pastikan Tak Ada Indikasi Pidana dalam Kematian Penumpang di Kapal Feri

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai pembinaan mental dan agama bagi warga binaan.

Kalapas Ampana Mansur Yunus Gafur mengungkapkan, tujuan kegiatan ini guna mengajarkan warga binaan untuk membaca Alquran dengan benar sesuai dengan kaidah tajwid, memperkuat aspek mental dan spiritual warga binaan.

“Melalui pembelajaran agama ini, menyiapkan warga binaan dengan bekal spiritual yang kuat untuk menghadapi kehidupan setelah masa pidana serta membantu  warga binaan menjadi individu yang lebih baik dan bermakna dalam masyarakat,” ungkap Mansur.

Baca Juga:  Lapas Ampana Lakukan Pemeliharaan Rutin Senjata Api dan Pistol Bubuk Merica

Kalapas berharap dengan mengikuti kegiatan belajar mengaji ini, warga binaan dapat memperoleh bekal spiritual yang akan membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna setelah kembali ke masyarakat.

Pembelajaran yang didapat tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Alquran, tetapi juga memperkuat iman dan ketaqwaan, yang penting dalam pembinaan mental dan moral,” harapnya.

Baca Juga:  Pastikan Lingkungan Lapas Kondusif, Kasubsi Keamanan Kontrol dan Pantau Langsung Penguncian Blok Hunian

Mansur juga menambahkan, kegiatan belajar mengaji di Lapas Kelas IIB Ampana menunjukkan komitmen lembaga dalam memberikan pembinaan yang komprehensif kepada warga binaan.

“Sehingga, diharapkan para warga binaan dapat mengembangkan diri secara spiritual dan mental, yang akan membantu mereka dalam proses reintegrasi ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih positif,” pungkasnya. (Red/Humas-Laspana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *