Rutin Bagikan Jatah Sahur, Lapas Ampana Dukung Penuh Warga Binaan Jalankan Ibadah Puasa

Berita148 Dilihat

TOUNA – Pembagian jatah makan sahur di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Kanwil Kemenkumham Sulteng, menunjukkan dedikasi yang tinggi dari pihak lapas untuk mendukung warga binaannya dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Dengan dimulai pada pukul 02.00 Wita hingga selesai, kegiatan ini diselenggarakan dengan pengawasan ketat oleh Petugas Jaga malam Regu B, Nurdiansyah, atas perintah dari Jefri Kalibatu, Karupam lapas Rabu (3/4).

Kegiatan pembagian sahur ini dilakukan dengan cara mengantarkan langsung jatah makan ke blok masing-masing warga binaan pemasyarakatan yang berpuasa.

Baca Juga:  Penggeledahan Insidentil Blok Hunian: Langkah Tegas Lapas Ampana Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban

Pendekatan ini tidak hanya memastikan bahwa setiap warga binaan menerima sahurnya, tetapi juga menghindarkan kerumitan logistik yang mungkin terjadi jika proses pembagian dilakukan secara bersamaan di satu tempat.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa distribusi makanan sahur berlangsung dengan adil dan merata kepada semua warga binaan yang berpuasa, sesuai dengan hak mereka untuk menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga:  Operasi Bina Kusuma, Polres Touna Lakukan Penyuluhan di MA Alkhairaat Ampana

Selain itu, dengan pengawalan dan pengawasan langsung dari petugas, lapas berupaya mencegah setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) yang mungkin timbul selama proses pembagian berlangsung.

Ini mencakup pencegahan terhadap potensi konflik antar warga binaan atau penyalahgunaan makanan yang dibagikan.

Langkah-langkah seperti ini penting karena menjaga keamanan dan ketertiban dalam lingkungan pemasyarakatan merupakan prioritas utama, terlebih lagi dalam periode sensitif seperti bulan Ramadhan, di mana emosi dan kebutuhan spiritual menjadi lebih intens.

Baca Juga:  Lapas Ampana Edukasi Tamping Pembersihan Lingkungan Luar Lapas

Kegiatan ini juga merefleksikan komitmen lembaga pemasyarakatan untuk memperlakukan warga binaan dengan kemanusiaan, sekaligus mendukung mereka dalam menjalankan kewajiban religius mereka.

Melalui inisiatif ini, Lapas Ampana tidak hanya menunjukkan perhatiannya terhadap kebutuhan fisik warga binaan selama bulan puasa, tetapi juga terhadap kebutuhan spiritual dan psikologis mereka, yang sangat penting untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan. (Red/Humas-Laspana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *